Bergerak Bersama | Bantu UMKM | UMKM Go Online | Digital Marketing UMKM

Design Thinking Untuk UMKM

Design Thinking untuk UMKM. Design thinking merupakan suatu metode untuk menghasilkan sebuah solusi /product bagi customer dengan menggali secara mendalam keinginan / kebutuhan pelanggan.

Secara definisi menurut Tim Brown, CEO IDEO, Design Thinking adalah  pendekatan yang berpusat pada manusia dalam membuat suatu inovasi. Ini diambil dari toolkit designer untuk mengintegrasikan kebutuhan orang, kemungkinan teknologi, dan persyaratan untuk kesuksesan bisnis. (a human-centered approach to innovation. It draws from the designer’s toolkit to integrate the needs of people, the possibilities of technology, and the requirements for business success).

Pendekatan yang dilakukan untuk membuat sebuah produk / inovasi dengan berkonsentrasi manusia / calon customer, bukan dari hasil ide produk dari produsen. Bahkan didalam buku Designing Product People Love, Scott Huff mengatakan: “Mendesain produk adalah tentang menciptakan sesuatu yang tepat untuk pelanggan /user anda dengan sepenuhnya memahami apa yang mereka rasakan , apa yang mereka fikirkan, dan apa yang mereka inginkan. Tetapi pada akhirnya , merancang suatu produk berarti mendesain sesuatu yang menjual.”

Design Thinking Untuk UMKM

https://medium.com/snapout/

Langkah – Langkah Design Thinking

Di dalam kerangka design thinking terdapat 5 langkah proses yang harus dijalankan yaitu : Empathize, Define, Ideate, Prototype, Testing. Secara umum dapat digambar kelima tahap ini sebagai berikut :

  1. Empathize

Pada tahap ini kita membuat pemetaan siapa target customernya, membuat user persona, melakukan observasi tentang permasalahan yang terkait dengan produk yang nantinya akan diberikan solusinya. Melakukan wawancara secara terbuka untuk menggali permasalahan yang dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dimulai dengan kata mengapa / why .

  1. Define

Tahap ini adalah kelanjutan dari sebelumnya, dimana memfokuskan pada hasil interview yang telah dilakukan. Menginterpretasikan temuan hasil wawancara serta mendapatkan problem sesungguhnya yang dihadapi oleh customer.

  1. Ideate
See also  Content Marketing Digital

Setelah memperoleh beberapa ide untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh customer. Kemuadian melakukan brainstorming dengan tim lainnya. Menggambarkan ide-ide yang sudah didapatkan dan pada akhirnya memilih ide terbaik yang akan dijalankan.

  1. Prototype

Prototype merupakan tahapan untuk membuat gambaran secara lebih rinci atas solusi yang telah didapatkan. Pembuatan prototype berbentuk gambaran proses dalam sebuah kertas. Atau berbentuk secara real perangkat, walaupun masih berbentuk sangat sederhana namun dapat menggambarkan solusi yang nantinya akan dibuat secara lengkap.

  1. Testing

Pada tahap ini melakukan pengetesan serta validasi atas prototype yang telah dibuat. Pengetasan ini untuk menguji apakah prototype nya sesuai dengan keinginan customer. Mencatat inputan yang berasal dari customer. Bila diperlukan dilakukan iterasi design yang telah dibuat sebelumnya sesuai dengan masukan customer.

Apabila tahapan design sprint diatas telah dilakukan, maka pada tahap selanjutnya adalah membuat development solusi product secara lebih lengkap. Sehingga menghasilkan solusi produk yang sesuai dengan keinginan customer dan dapat dijalankan relative lebih cepat penyelesaiannya.

Contoh Penerapan Design Thinking

Sebagai contoh ketika ingin membuka sebuah usaha baru, misalnya ada keinginan sebuah ide untuk membuka usaha bakso. Lalu setelah terpikirkan langkah selanjutnya adalah mencari bahan baku, mie, bakso, bumbu-bumbu dan peralatan pendukung lainnya.

Setelah semua bahan dan perlengkapan siap disajikan, selanjutnya membuka kios bakso didepan rumah dengan harapan banyak pembelinya. Tapi yang terjadi adalah setelah berjualan sepanjang hari ternyata tidak pembeli sampai malam hari, pada akhirnya sedih dan putus asa.

Kasus diatas adalah contoh bagaimana ingin membuka usaha baru tapi tidak melakukan survey keingingan pelanggan di sekitar rumah. Apakah mereka memang membutuhkan bakso atau tidak ?. Padahal setelah di survey ternyata yang mereka nasi uduk untuk sarapan pagi karena pada pagi hari mereka tidak sempat untuk membuat menu sarapan.

See also  Agile Methodology dan Manfaatnya

Pada kasus lain, sudah melakukan survey pelanggan, namun pada saat melakukan development produk terlalu lama, sehingga ada pesaing yang sudah mengerjakan terlebih dahulu ide awal yagn kita punyai. Akibatnya kita ketinggalan dalam launching produk dibandingkan competitor.

Dua kasus diatas menunjukan tidak adanya penerapan design thinking, yang pertama tidak melakukan survey keinginan pelanggan. Sementera yang kedua terlalu lama untuk menghasil produk sesuai dengan keinginan pelanggan.

Apabila menggunakan metode design sprint maka kedua kasus diatas terpecahkan, karena di dalam design sprint setidaknya terdapat tahapan Empathize dan Testing Product. Dimana kedua hal ini dilakukan dalam kurun waktu yang singkat dan tepat sasaran.

Manfaat Penerapan Design Thinking untuk UMKM   

UMKM maupun start up perlu mempelajari dan menerapkan design thinking dalam menjalankan usahanya. Hal ini karena kondisi yang semakin cepat berubah (VUCA condition) dan keinginan customer yang beragam. Beberapa manfaat yang akan diperoleh antara lain :

  • UMKM dapat memahami permasalahan customer secara lebih mendalam. Mengerti dan membantu memecahkan masalah yang dihadapi customer serta memberikan solusi terbaik yang akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan dan kepuasan customer. Bahkan akan menambah customer baru yang menggunakan solusi product yang ditawarkan.
  • Menurunkan risiko kegagalan terhadap solusi product yang telah dibuat, hal ini karena sebelum melakukan development secara lengkap, terdapat tahap pembutan prototype dan testing, telah dilakukan uji coba secara teratur. Hal ini akan memberikan keberhasilan solusi produknya semakin besar karena sudah melewati beberapa tahap pengujian.
  • Mempecepat proses dalam mendapatkan solusi yang tepat. Adanya beberapa tahapan dalam proses design thinking yang dilakukan secara bersama di dalam sebuah kelompok multi disiplin keilmuan akan menghadirkan solusi yang lebih cepat. Ditambah dengan cara kerja agile lintas divisi semakin memperkokoh kerjasama di dalam tim tersebut.
  • Kumpulan ide solusi yang dihasilkan berasal dari banyak kepala (pemikiran). Hal ini akan memperluas khasanah solusi yang nantinya akan diterapkan. Ide solusi yang berasal dari berbagai macam pemikiran tentunya lebih komprehensif dan lengkap untuk mendapatkan hasil terbaik.
See also  Business Model Canvas

Demikianlah beberapa proses yang menggambarkan tentang design sprint secara umum yang dapat digunakan pada berbagai jenis usaha maupun pengembangan bisnis. Termasuk penerapan Design thinking untuk UMKM dalam menghasilkan solusi produk bagi customer. Untuk info lebih mendalam proses dan pelatihan design sprint melalui contact pada website ini di www.bergerakbersama.org

Share :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin